ndezzndezz

Posted on: Juni 29, 2011

BAB II
SEJARAH OPEN SOURCE

A. Sejarah
Open source adalah istilah untuk software yang kode programnya disediakan oleh pengembangnya untuk umum agar dapat dipelajari cara kerjanya, diubah atau dikembangkan lebih lanjut, dan disebarluaskan. Jika pembuat program melarang orang lain untuk mengubah dan atau menyebarluaskan program buatannya, maka program itu bukan open source, meskipun tersedia kode programnya.
Open source merupakan salah satu syarat free software. Free software pasti open source software, namun open source software belum tentu free software. Contoh free software adalah Linux. Contoh open source software adalah FreeBSD. Linux yang berlisensi free software tidak dapat diubah menjadi berlisensi tidak free software, sedangkan FreeBSD yang berlisensi open source software dapat diubah menjadi tidak open source. FreeBSD (open source) merupakan salah satu dasar untuk membuat Mac OSX (tidak open source). [You must be registered and logged in to see this link.] memuat jenis-jenis lisensi open source.
Mulai tahun 1994-1995, server-server di ITB mulai menggunakan FreeBSD sebagai sistem operasinya. FreeBSD merupakan sistem operasi open source dan tangguh untuk keamanan jaringan maupun server. Tetapi kemudian para administrator jaringan di Computer Network Research Group (CNRG) ITB lebih menyukai laptop Mac dengan sistem operasi Mac OS X yang berbasis BSD daripada sistem operasi lain
Istilah open source (kode program terbuka) sendiri baru dipopulerkan tahun 1998. Namun, sejarah peranti lunak open source sendiri bisa ditarik jauh ke belakang semenjak kultur hacker berkembang di laboratorium-laboratorium komputer di universitas-universitas Amerika seperti Stanford, Berkeley, Carnegie Mellon, and MIT pada tahun 1960-an dan 1970-an.
Awalnya tumbuh dari suatu komunitas pemrogram yang berjumlah kecil namun sangat erat dimana mereka biasa bertukar kode program, dan tiap orang bisa memodifikasi program yang dibuat orang lain sesuai dengan kepentingannya. Hasil modifikasinya juga mereka sebarkan ke komunitas tersebut.
Perkembangan di atas antara lain dipelopori oleh Richard Stallman dan kawan-kawannya yang mengembangkan banyak aplikasi di komputer DEC PDP-10. Awal tahun 1980-an komunitas hacker di MIT dan universitas-universitas lain tersebut bubar karena DEC menghentikan PDP-10. Akibatnya banyak aplikasi yang dikembangkan di PDP-10 menjadi banyak yang kadaluarsa. Pengganti PDP-10, seperti VAX dan 68020, memiliki sistem operasi sendiri, dan tidak ada satupun piranti lunak bebas. Pengguna harus menanda-tangani nondisclosure agreement untuk bisa mendapatkan aplikasi yang bisa dijalankan di sistem-sistem operasi ini.

B. Perbandingan Open Source dengan Software lain
1. Close Software
Tidak diperkenankan dengan alasan apapun untuk menggunakan software dalam kategori ini tanpa adanya kepemilikan dengan syah dalam arti 100% asli. Anda harus mengeluarkan “kocek” agar dapat menggunakan software ini dengan aman dan nyaman, jika melanggar bisa jadi komputer Anda akan di”amankan” oleh petugas yang berwenang.
Tidak dipungkiri, di beberapa negara termasuk Indonesia lebih dari 60% masih menggunakan produk “bajakan”. Mengapa hal ini bisa terjadi? Ada beberapa faktor yang mempengaruhi, dan faktor utamanya disebabkan tingginya harga software tersebut. Tidak sebanding dengan kemampuan daya beli masyarakat Indonesia yang masih minim.
Software dalam kategori ini dapat dikelompokkan menjadi beberapa bagian :
1. Operating System (Sistem Operasi), contoh : Microsoft Windows
2. Languages (Bahasa Pemrograman), contoh : Visual Basic, ASP, Pascal
3. Web Browser, contoh : Internet Explorer
4. Aplication (Aplikasi), contoh : Adobe Photoshop, CorelDraw
5. Office Suites (Aplikasi perkantoran), contoh : Microsoft Office
6. Server Aplication (Server), contoh : ColdFusion, IIS
7. Antivirus, contoh : Norton Antivirus, McAfee
8. Games, contoh : FIFA 2006, Winning Eleven, Spiderman

• perbedaan open source dan close source
Open source berarti source atau sumber pembangun suatu aplikasi bisa kita download dan memodifikasinya berbeda dengan close source,
misalnya, Operatis System Linux bersifat open source, maka anda dapat mendownload/ melihat seluruh file sumber atau source pembangun operating system Linux dan anda dapat memodifikasinya menjadi Linux anda sendiri, sehingga di Linux banyak variannya misalnya Redhat, Debian, Slackware dan lain-lain.
Berbeda dengan Operating System Windows yang close source, anda tidak dapat melihat atau mendownload sumber pembangun Windows anda hanya dapat menikmatinya saja.

2. Share Software
Ketika browsing di Internet mendapati sebuah software dalam kategori Freeware . Kita memang bisa mendownload dan menggunakan software tersebut, namun hanya dalam batas tertentu misalnya 15 hari penggunaan dan setelah lewat dari itu akan terproteksi secara otomatis. Kita tidak bisa menggunakan kembali sebelum memasukkan kode registrasi, jika gagal memasukkan kodenya siap-siap untuk “gigit jari” . Barangkali ada pemikiran, di-uninstall saja kemudian di-install kembali.
Kita tidak mungkin bisa melakukan hal itu karena ketika menginstall pertama kali akan ter-registrasi pada operating system. Kecuali kalau bisa “bermain-main” dengan masalah registrasi tentu bisa “diakali”.
Umumnya, software dalam kategori ini diperuntukkan bagi mereka yang ingin mencoba software tersebut dalam beberapa hari. Jika tertarik, maka akan di-link (dihubungkan) ke vendor-nya.

3. Free Software
Free software dikenal juga sebagai Freed Software, Liberated Software (software libre) atau FRS (freely redistributably software). Kata “FREE” disini bukan berarti bebas tanpa aturan untuk menyalin, memodifikasi, dan mendistribusikan namun semua itu ada aturan dan syaratnya yang harus dipatuhi oleh pengembang dan penggunanya. Persyaratan tersebut tertuang dalam lisensi yang digunakan oleh Free Software. Jadi bukan berarti Free Software tidak berlisensi. Pada akhirnya timbul kesalahpahaman bahwa layanan yang diberikan dengan menggunakan Free Software itu tidak boleh dikomersilkan alias harus selalu gratis. Ini yang sering menyebabkan pengadopsian Free Software dalam suatu model bisnis yang dapat diterima menjadi sulit. Sebagai contoh rekan-rekan yang menjual CDROM berisi GNU/Linux GPL dianggap juga membajak dan tidak etis (padahal yang dilakukan adalah menjual layanan penyalinan dan menjual media CDROM tersebut).
Beberapa contoh software dalam kelompok ini adalah :
1. Operating System (Sistem Operasi) : Linux atau GNU/Linux, FreeBSD, dan GNUBSD
2. Languages (bahasa Pemrograman) : GNU C/C++, Perl, Phyton, dan Tcl
3. Windowing System (System Window) : The X Window System dan Xfree86
4. Web Browser : Mozilla FireFox, Opera, dan Netscape Navigator
5. Desktop : GNOME, KDE, dan GNU Step Xfee
6. Aplication (Aplikasi) : ABIWord dan GNU Image Manipulation Program (GIMP)
7. Office Suites (Aplikasi Perkantoran) : Open Office dan Koffice
8. Server : Samba, Apache, PhP, Zope, MySql, dan Postgre SQL

4. Open Source
Ada kesamaan antara free software dan open source. Keduanya bisa digunakan secara gratis dan untuk mendapatkannya sangat mudah. Dibandingkan dengan free software, open source lebih populer dan dapat diterima oleh masyarakat. Istilah Open Source sendiri lebih aman dan netral dalam konteks bahasa Indonesia. Bahkan secara politik lebih tepat, sepertinya terdengar sejajar dengan istilah era keterbukaan yang sedang ke arah pencapaian good governance. Dengan kata lain memperkenalkan konsep perangkat lunak merdeka dengan terminologi Open Source akan lebih mudah dilirik ketimbang menggunakan istilah Free Software.
Banyak aplikasi yang saat ini berlabel Open Source, sehingga kita tidak takut lagi untuk menggunakannya.

C. Kelebihan dan Kekurangan Open Source
 Kelebihan Menggunakan Open Source :
1. Adanya hak untuk mendistribusikan modifikasi dan perbaikan pada code.
2. Tidak disandera vendor
Open Source menggunakan format data terbuka, sehingga data menjadi transparan dan bisa dengan bebas diproses di dalam sistem komputer yang berbeda-beda, sambil tetap menjaga keamanannya. Dengan demikian, konsumen tidak lagi terikat pada kemauan vendor untukn dapat menggunakan data-datanya.
3. Ketersediaan source code dan hak umtuk memodifikasi
4. Kesalahan (bugs,error) lebih cepat ditemukan dan diperbaiki
Hal ini dikarenakan jumlah developer-nya sangat banyak dan tidak dibatasi. Visual inspectionnya (eye-bolling) merupakan salah satu metodologi pencarian nugs yang paling efektif. Selain itu, source code tersedia membuat setiap orang dapat mengusulkan perbaikan tanpa harus menunggu dari vendor.
5. Banyaknya tenaga (SDM) untuk mengerjakan proyek
Proyek open source biasanya menarik banyak developer, misalnya pengembangan web server Apache menarik ribuan orang untuk ikut mengembangkan dan mamantau.
6. Lebih Aman
Sifatnya yang terbuka membuat produk open source dapat dievaluasi oleh siapapun. Secara umum, open source memiliki potensi untuk lebih aman meskipun dia tidak terkendali secra otomatis. Namun, hal ini dapat tercapai jika security by obscurity bukan tujuan utamanya.
7. Kualitas produk lebih terjamin
Hal ini dikarenakan evaluasi dapat dilakukan oleh banyak orang, sehingga kualitas produk dapat lebih baik. Namun, hal ini hanya berlaku untuk produk open source yang ramai dikembangkan orang.Tidak selamanya open source dikembangkan oleh orang banyak, karena bisa juga dilakukan oleh individu.
8. Tidak mengulangi development
Pengulangan merupakan pemborosan. Adanya source code yang terbuka membuka jalan bagi seseorang untuk melihat solusi-solusi yang permah dikerjakan oleh orang lain. Namun, pada kenyataannya tetap banyak pengulangan.
9. Hemat biaya. Sebagian besar developer ini tidak dibayar/digaji
Dengan demikian, biaya dapat dihemat dan digunakan untuk oengeluaran yang tidak dapat ditunda,misal membeli server untuk hosting web.
10. Mencegahsoftware privacy yang melanggar hukum.
11. User dapat memodifikasi dan mengunci agar hanya kalangan terbatas yang dapat membaca code dan memodifikasinya.
12. User dapat membuat salinan tak terbaca kode dan memodifikasinya, menjual atau memberikan bebas hasil lisensi.

 Kekurangan Menggunakan Open Source :
1. Open source digunakan secara sharing dapat menimbulkan resiko kurangnya diferensiasi antara satu software dengan software yang lainnya, apabila kebetulan menggunakan beberapa Open Source yang sama.
2. Kurangnya SDM yang dapat memanfaatkan open source
Ketersediaan source code yang diberikan dapat menjadi sia-sia, jika SDM yang ada tidak dapat menggunakannya.SDM yang hanya mampu menggunakan produk saja. Jika demikian maka tidak ada bedanya produk open source dengan yang propertary dan tertutup.
3. Tidak adanya proteksi terhadap HAKI
Kebanyakan orang masih menganggap bahwa open source merupakan aset yang harus dijaga kerahsiaannya. Hal ini dikaitkan dengan besarnya usaha yang sduah dikeluarkan untuk mebuat produk tersebut. KArena sifatnya dapat diabuse oleh orang-orang untuk mencuri ide dan karya orang lain.
4. Limitasi modifikasi oleh orang-orang tertentu yang membuat atau memodifikasi sebelumnya.
5. Kesulitan dalam mengetahui status project
6. Tidak ada garansi dari pengembangangnya.

BAB III
OPEN SOURCE

A. Pengertian Open Source
Seperti telah dijelaskan di awal, free software dan open source terdapat kesamaan dan memang munculnya software open source sebagai sebuah jawaban atas “kebingungan” kata FREE dari bahasa Inggris. Sebenarnya, Open Source merupakan nama pemasaran (marketing name) untuk free software yang diperkenalkan pada Februari 1998. Open Source mengacu pada fakta bahwa “source code (kode sumber)” dari Free Software adalah terbuka bagi dunia untuk mengambil dan memanfaatkannya sehingga dapat dimodifikasi untuk digunakan kembali (modify and to reuse).
Open source adalah pengembangan metode Suatu perangkat lunak yang didistribusikan memanfaatkan kekuatan per review dan transparansi proses. Janji open source adalah kualitas yang lebih baik, keandalan yang lebih tinggi, lebih fleksibel, biaya rendah, dan mengakhiri predatory vendor lock-in.
Open source software adalah istilah yang digunakan untuk software yang membuka/membebaskan source codenya untuk dilihat oleh orang lain dan membiarkan orang lain mengetahui cara kerja software tersebut dan sekaligus memperbaiki kelemahan-kelemahan yang ada pada software tersebut. Dan yang menarik dan salah satu keunggulannya adalah bahwa Open source software dapat diperoleh dan digunakan secara gratis tanpa perlu membayar lisensi. Biasanya orang mendapatkan software ini dari internet. Salah satu open source software yang terkenal yaitu Linux.
Sebenarnya Open Source tidak hanya bersifat sumber kode yang terbuka. Menurut Opensource.Org, ada kriteria suatu sistem dianggap sebagai Open Source atau yang dikenal dengan Open Source Initiative (OSI). Jadi tidak semua sumber dianggap sebagai Open Source. Tujuan dari Open Source untuk bebas dari kekayaan hak tertentu terutama dari paten. Selain itu tujuan yang lain demi kesejahteraan umat manusia yang dicapai secara kolaborasi.
Open Source ini memiliki ciri bagi komunitasnya yaitu adanya dorongan yang bersumber dari budaya memberi, yang artinya ketika suatu komunitas menggunakan sebuah program Open Source dan telah menerima sebuah manfaat kemudian akan termotivasi untuk menimbulkan sebuah pertanyaan apa yang bisa pengguna berikan balik kepada orang banyak. Anggota dari komunitas ini bersifat sukarela tetapi bisa juga pegawai suatu perusahaan yang dibayar untuk mengembangkan sistem Open Source tersebut. karena dikembangkan oleh komunitas biasanya produk Open Source yang dihasilkan ini biasanya bersifat bebas dengan tetap menganut kaidah dan etika tertentu.Pola pengembangan ini mengambil model ala bazaar, sehingga pola Open Source ini memiliki ciri bagi komunitasnya yaitu adanya dorongan yang bersumber dari budaya memberi, yang artinya ketika suatu komunitas menggunakan sebuah program Open Source dan telah menerima sebuah manfaat kemudian akan termotivasi untuk menimbulkan sebuah pertanyaan apa yang bisa pengguna berikan balik kepada orang banyak.
Biasanya program opensource dibuat oleh para programmer yang bukan berasal dari kalangan komersil, bisa dari siswa, mahasiswa, dosen, yayasan, atau perusahaan yang melakukan penelitian, yang tidak menutup kemungkinan buah karyanya kemudian dilisensikan. Kehadiran opensource banyak membantu terutama bagi mereka yang keberatan untuk membeli mahalnya program-program yang berlisensi.

B. Aturan Open Source
Jangan kaget jika menjumpai beberapa software yang bersifat free maupun open source di beberapa agen penjualan CD Software. Memang, pada dasarnya software tersebut adalah free alias gratis namun terlepas dari semua itu perlu melihat faktor-faktor adanya fenomena tersebut. Meskipun bersifat free atau open, ada beberapa aturan yang harus ditaati dalam menggunakan dan mendistribusikan software tersebut.
1. Pendistribusian Ulang Secara Cuma-Cuma
Lisensi tersebut tidak akan menghalangi pihak manapun dalam menjual atau memberikan software tersebut sebagai sebuah komponen dari suatu distribusi agregat software yang mencakup program-program dari beberapa sumber yang berbeda. Lisensi itu juga tidak memerlukan sebuah royalti atau biaya lain untuk penjualan tertentu.
2. Kode Sumber
Program tersebut harus meliputi kode sumber dan mengijinkan distribusi dalam bentuk kode sumber maupun bentuk jadi. Jika bentuk dari suatu produk tidak didistribusikan dengan kode sumber, sebuah sarana publikasi yang baik harus disediakan untuk memperoleh kode sumber tersebut dengan biaya reproduksi yang masuk akal, atau memindahkan dari internet tanpa biaya. Kode sumber tersebut harus dalam bentuk-bentuk yang diinginkan sehingga programmer dapat memodifikasi program itu. Kode sumber yang disengaja dibuat untuk memperdaya tidak diijinkan. Bentuk-bentuk lanjutan seperti keluaran dari sebuah processor atau translator tidak diijinkan.
3. Karya-karya Bentukan
Lisensi tersebut harus memperbolehkan, karya-karya modifikasi atau bentukan, dan mengijinkannya untuk didistribusikan dalam bentuk yang ama seperti lisensi software asalnya.
4. Integritas Pencipta Kode Sumber
Lisensi tersebut dapat membatasi pendistribusian kode sumber dalam bentuk modifikasi hanya jika lisensi itu mengijinkan pendistribusian dalam bentuk “patch files” (potongan; menempel; tidak seluruhnya) dengan kode sumber dengan tujuan memodifikasi program tersebut pada masa pembuatan. Lisensi itu secara tertulis/tersurat harus memperbolehkan pendistribusian software yang dibuat dari modifikasi kode sumber. Lisensi tersebut mungkin memerlukan pekerjaan-pekerjaan bentukan untuk membawa nama atau versi yang berbeda dari software asal.
5. Tidak Adanya Diskriminasi Terhadap Individu Atau Kelompok
Lisensi tersebut tidak diperbolehkan menciptakan diskriminasi terhadap orang secara personal atau perkelompok.
6. Tidak Adanya Diskriminasi Terhadap Bidang-bidang Pemberdayaan
Lisensi tersebut tidak boleh membatasi seseorang dari menggunakan program itu dalam suatu bidang pemberdayaan tertentu. Sebagai contoh, tidak ada pembatasan program tersebut terhadap penggunaan dalam bidang bisnis, atau terhadap pemanfaatan dalam bidang riset genetik.

7. Pendistibusian lisensi
Hak-hak yang dicantumkan pada program tersebut harus dapat diterapkan pada semua yang menerima tanpa perlu dikeluarkannya lisensi tambahan oleh pihak-pihak tersebut.
8. Lisensi Tersebut Tidak Diperbolehkan Bersifat Spesifik Terhadap Suatu Produk
Hak-hak yang tercantum pada program tidak boleh tergantung pada keadaan program yang merupakan bagian dari suatu distribusi software tertentu. Jika program disarikan dari distribusi tersebut dan digunakan atau didistribusikan di dalam bentuk-bentuk lisensi program itu, semua pihak yang menerima harus memiliki hak yang sama seperti mereka yang dijamin dalam hubungan dengan pendistribusian software asal.
9. Lisensi Tersebut Tidak Diperbolehkan Membatasi Software Lain
Lisensi itu tidak boleh menempatkan pembatas bagi software lain. Sebagai contoh, lisensi itu tidak boleh memaksakan bahwa program lain yang didistribusikan pada media yang sama harus bersifat open source.
10. Lisensi Harus Menjadi Teknologi Sentral
Tidak ada ketetapan terhadap lisensi yang mungkin mengarah ke siapapun atau teknologi alat penghubung.

C. Karakteristik Open Source
Open Source memiliki karakteristik sebagai berikut :
1. Ketersediaan source code dan hak untuk memodifikasi
Ini merupakan hal yang penting. Hal ini menyebakan perubahan dan improvisasi pada produk software. Selain itu, hal ini memunculkan kemungkinan untuk meletakan code pada hardware baru, agar dapat diadaptasi pada situasi yang berubah-ubah, dan menjangkau pemahaman bagimana sistem itu bekerja secara detail.
2. Hak Untuk Mendistribusikan modifikasi dan perbaikan pada code
Hal ini merupakan titik perbedaan open source software dengan free software. Pada kenyataannya hak pendistribusian diakui dan merupakan hal yang umum, ini adlah hal yang berpengaruh bagi sekumpulan developer (pengembang) untuk bekerja bersama dalam project Open Source Software.
3. Hak Untuk Menggunakan Software
Ini merupakan kombinasi dari hak pendistribusian, menjamin (jika software cukup berguna) beberapa user yang mana membantu dalam menciptakan pasar untuk berlangganan software. Hal ini juga membantu dalam improvisasi secara fungsi. Selain itu akan menyebabkan sejumlah user untuk mencoba produk dan mungkin menggunakannya secara reguler.

D. Contoh Software Open Source
Jika kita browsing di Internet dengan kata kunci open source maka akan ditampilkan daftar beberapa situs yang memuat sorftware bersifat open source. Masing-masing situs berbeda dalam menyajikan software yang dapat didownload secara gratis tersebut.
Software tersebut juga dikelompokkan berdasarkan kategori, sebagai bahan pembanding berikut ini diambil dari salah satu situs yang memuat software berdasarkan kategori :
• Database : Tuxx Racer, KeePass Password Save
• Desktop : GNU/Win32, KeePass Password Save
• Development : Dev-C++, ZK – Ajax but no Javascript
• Enterprise : Compiere ERP + CRM Business Solution, JasperReports – Java Reporting
• Games : ZSNES, KoLmafia
• Multimedia : Weka-Machine Learning Software in Java, ZK – Ajax but no JavaScript
• Networking : FileZilla
• Security : Eraser, KeePass Password Safe
• Hardware : Tcl, Open HPI
• SysAdmin : TightVNC, phpMyAdmin
• VoIP : trixbox, freePBX
• CMS : Atutor, os-Commerce, Joomla, Mambo, Moodle

Open Source itu sendiri tidak hanya perangkat lunak (software). Banyak sistem-sistem yang lain yang menggunakan dan termasuk dalam Open Source. Beberapa contoh Open Source:
• Open Source Hardware- source desain perangkat lunak tersebut terbuka untuk umum,
• Open Content- setiap orang bebas untuk menambah, mengedit, copy dan mengembangkan (Wikipedia),
• Open Source Movie-kolaborasi bersama dalam membuat film,
• Opensource courseware-Ilmu dan materi kuliah yang dikembangkan secara bersama yang dirintis oleh MIT.
• Open Innovation- Innovasi yang dikerjakan secara bersama-sama.
• Open Document- yang merupakan standar format dokumen dalam penyimpanan dan pertukaran format dokumen yang diedit termasuk dokumen teks, lembar kerja dan presentasi.
• Open Source music- dimana setiap orang bebas untuk memakai dan mengembangkan suatu music.
• proyek Genom – suatu proyek untuk mendatabasekan DNA dari semua kehidupan. Dikembangkan secara bersama-sama demi kemajuan perkembangan riset medis yang akan datang.

E. Kegunaan Open Source
Ada beberapa kegunaan open source yaitu :
1. memberikan alternative pilihan perangkat lunak (software) desktop yg murah
2. meningkatkan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang teknologi informasi
3. memperkecil kesenjangan teknologi informasi
4. meningkatkan akses informasi masyarakat
5. meningkatkan kreatifitas dalam mengembangkan dan memanfaatkan informasi teknologi (kreativitas tidak dibatasi oleh software yg ada).
6. Meningkatkan kemampuan sumber daya manusia bidang teknologi informasi (di perguruan tinggi, sekolah, dan masyarakat)

DAFTAR PUSTAKA

http://erikromadona.blog.upi.edu/2011/03/03/sejarah-perkembangan-linux-dan-open-source/ diakses tanggal 21 Juni 2011
http://id.wikipedia.org/wiki/Open_source#Konsep_dan_definisi diakses tanggal 22 Juni 2011
http://freezcha.wordpress.com/2011/03/18/keuntungan-dan-kerugian-penggunaan-open-source/ diakses tanggal 21 Juni 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


  • ndezzndezz: Sama2, senang jika bsa bermanfaat :)
  • ekaayunda: eem ada gak perjalanan obat dalam bentuk sediaan tablet, kaplet sirup dll?
  • Mega: Pertamax gan.. Xixixi
%d blogger menyukai ini: